Sebagai salah satu masjid terbesar di Indonesia, wajar rasanya jika banyak masjid-masjid kecil yang mengikuti sistem di masjid Istiqlal. Hal ini juga berlaku pada sistem DKM. Banyak orang yang berkaca pada DKM Masjid Istiqlal dan mengikuti sistemnya.
Sebagai informasi, DKM yang bertugas di Masjid Istiqlal lebih populer dengan nama Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI). Secara garis besar tugasnya sama, yaitu untuk mengelola dan merawat masjid agar tetap berjalan dengan baik di sepanjang tahun.
Mengenal Apa Itu Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI)
Sebelum mengenal lebih banyak tentang struktur organisasinya, Anda harus tahu dulu apa itu BPMI. Singkatnya BPMI adalah DKM Masjid Istiqlal, lembaga yang mengelola dan memanfaatkan sumber daya serta menyelenggarakan program kerja di Masjid Istiqlal.
DKM adalah singkatan dari Dewan Kemakmuran Masjid, sehingga tugas utamanya adalah untuk memakmurkan masjid. Penting untuk Anda catat bahwa pengurus DKM hanya bertanggung jawab pada satu masjid saja dan tidak pada masjid lainnya.
Artinya, pengurus BPMI yang merupakan DKM Masjid Istiqlal hanya bertanggung jawab pada Masjid Istiqlal saja. Tanggung jawabnya tidak sama dengan tanggung jawab pada masjid-masjid lain, termasuk yang ada di sekitarnya. Majid tersebut pasti punya DKM sendiri.
Struktur Organisasi DKM Masjid Istiqlal
Secara garis besar, bentuk struktur organisasi Masjid Istiqlal Jakarta tidak jauh berbeda dengan organisasi masjid yang lainnya. Anda akan mengenal ketua harian atau imam besar, ketua bidang untuk beberapa bidang tertentu, dan juga ketua sekretariat.
Jika Anda bertanya-tanya siapa pengurus Masjid Istiqlal, Ketua Harian sekaligus Imam Besar di masjid tersebut adalah Professor K.H. Nasaruddin Umar, yang merupakan Menteri Agama RI. Selain Imam Besar Masjid Istiqlal, masih ada kepala bidang.
Salah satunya adalah KH. Bukhori Sail Attahiri yang bertugas sebagai Kepala Bidang Peribadatan. Sedangkan untuk Bidang Pendidikan dan Pelatihan, ketuanya adalah Dr. Mulawarman Hannase. Ada juga KH. Zainuri Anwar sebagai Kabid Riayah.
Masih ada satu kepala bidang yang tidak boleh Anda lupakan, yaitu Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat. Orang yang bertanggung jawab atasnya adalah H. Abu Hurairah Abd. Salam. Sedangkan untuk kepala sekretariatnya adalah Fatimah Azzahra.
Tugas DKM Masjid Istiqlal
Setelah tahu siapa saja pengurus Masjid Istiqlal, Anda harus tahu apa tugas di lembaga tersebut. Secara garis besar, tugasnya tidak jauh berbeda dengan DKM masjid pada umumnya, yaitu seperti berikut!
1. Melakukan Pembinaan Dakwah dan Ibadah
Salah satu fungsi masjid yang paling utama adalah untuk ibadah dan dakwah. Karena itu, DKM bertugas untuk memfasilitasi kedua hal tersebut. Ketua DKM dan para pengurusnya bertugas untuk menyediakan fasilitas untuk beribadah, termasuk karpet, mukena, dan Qur’an.
Tidak hanya itu saja, DKM juga bertugas untuk mengatur jadwal pengajian di Masjid Istiqlal, entah itu pengajian rutin maupun pengajian di waktu-waktu khusus. Sebagai informasi, pengajian rutin di masjid ini berlangsung setiap habis salat wajib setiap hari.
DKM harus menunjuk imam masjid atau mengatur jadwal imam, mengundang pembicara untuk dakwah, pemimpin saat pengajian, dan lain-lain. Intinya, semua kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan akan dikelola oleh pengurus DKM.
2. Mengatur Administrasi dan Keuangan Masjid
Selain mengelola hal-hal yang terkait dengan ibadah dan dakwah, DKM juga bertugas untuk mengatur administrasi dan keuangan masjid. DKM wajib mencatat semua transaksi yang masuk dan keluar dari masjid, termasuk terkait aset yang ada di masjid.
Kebanyakan aset masjid memang terkait dengan ibadah, seperti mukena, Qur’an, dan alat ibadah lain yang bisa digunakan bersama-sama. Bahkan, DKM masjid juga bertugas untuk menyediakan kain kafan dan peralatan pemulasaran jenazah yang lainnya.
Hal ini karena kain kafan dan alat pemulasaran lainnya adalah barang yang penting bagi masyarakat sekitar. Jadi saat ada orang yang meninggal tiba-tiba, anggota keluarganya tidak perlu repot mencari kain kafan karena sudah ada di masjid.
3. Mengelola Bangunan Masjid
Ternyata DKM tidak hanya mengelola apa yang ada di dalam masjid saja, tapi juga bangunannya. Hal ini karena bangunan masjid bisa saja rusak kapan saja, sehingga DKM harus memastikan kondisinya selalu baik. Jika ada yang rusak bisa segera diperbaiki.
4. Mengelola Kegiatan Amal dan Sosial
Peran DKM yang terakhir adalah untuk mengelola kegiatan amal dan kegiatan sosial. Tujuannya jelas, yaitu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Pada umumnya berupa bantuan uang, beras dan sembako, pakaian, buku, dan lain-lain.
Selain itu, DKM juga harus berkoordinasi dengan ormas dan lembaga lainnya untuk melakukan semua program kerja tersebut.
Penutup
Itulah penjelasan lengkap tentang struktur organisasi di DKM Masjid Istiqlal dan segala jenis tugas-tugasnya, salah satunya untuk menyediakan kain kafan dan alat pemulasaran jenazah lainnya. Paketnya yang lengkap bisa Anda temukan di KainKafan.com.