Sebagai seorang muslim yang pernah atau bahkan sering ke masjid, Anda mungkin sudah familier dengan DKM. Hanya saja, beberapa orang memang masih belum tahu DKM masjid adalah apa. Padahal, peran dan tugas mereka sangat penting bagi para jemaah.
Untungnya, Anda bisa mempelajari DKM singkatan dari apa dan apa saja rincian tugasnya di sini. Informasi ini sangat vital jika Anda ingin mulai aktif sebagai jemaah atau pengurus masjid. Penting juga untuk dipelajari jika Anda berniat untuk mulai membangun masjid.
Definisi DKM
Secara garis besar, DKM masjid adalah sekelompok orang atau organisasi yang bertugas untuk mengelola tempat ibadah umat Islam atau masjid. Beberapa dari Anda mungkin mengenal anggota DKM sebagai para pengurus atau pengelola masjid.
Penting untuk Anda catat bahwa DKM adalah singkatan dari Dewan Kemakmuran Masjid. Karena berbentuk dewan, jumlah pengurusnya memang lebih dari satu. Pada umumnya, setiap masjid punya organisasi DKM sendiri, terdiri dari warga sekitar dan para volunteer.
Sudah jadi rahasia umum jika organisasi pasti punya struktur. Hal yang sama juga berlaku pada DKM. Struktur DKM masjid pun tidak jauh berbeda dengan struktur di organism lain, terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta kepala dan anggota divisi.
Jenis-jenis divisi yang ada di DKM bisa berbeda antara satu masjid dengan masjid yang lain, tergantung pada kebiasaan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Biasanya ada divisi kebersihan, divisi sosial, divisi dakwah, divisi sponsorship atau marketing, dan lain-lain.
Selain struktur, peraturan tentang DKM masjid juga bisa berbeda di setiap tempat. Untuk memudahkan, ada pedoman dari Kementerian Agama tentang pemilihan pengurus dan masa baktinya. Tapi, semua akan kembali pada keputusan masyarakat sekitar.
Rincian Tugas DKM Masjid
Setelah tahu DKM masjid adalah apa, kini saatnya untuk memahami apa saja rincian tugasnya. Hal ini karena peran mereka yang sangat vital untuk mengurus segala hal terkait masjid. Supaya Anda tidak bingung, berikut adalah beberapa tugas utamanya!
1. Mengelola Sumber Daya Masjid
Seperti apa yang mungkin sudah Anda ketahui, masjid tidak hanya berupa bangunan saja. Anda bisa menemukan banyak hal di dalamnya, mulai dari karpet, mimbar, mic, Qur’an, buku hadits, mukena bersama, dan berbagai kebutuhan ibadah yang lainnya.
Bahkan selain barang-barang yang ada di dalam masjid, ada juga barang-barang yang ada di luar masjid untuk kepentingan bersama. Contohnya seperti kain kafan dan alat pemulasaran jenazah lainnya yang termasuk ke dalam sumber daya milik masjid.
Semua sumber daya tersebut tentunya harus dikelola dengan baik, karena itulah salah satu fungsi DKM masjid adalah untuk mengelolanya. Anggota DKM harus tahu sumber daya apa saja yang masuk ke masjid, diam di masjid, dan keluar dari masjid.
Sebagai contoh, mereka lah orang yang bertanggung jawab untuk menyediakan kain kafan untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Jika ada masyarakat yang tiba-tiba meninggal dunia, DKM bisa memberikan kain kafan tersebut secara langsung pada mereka.
Hal ini juga berlaku untuk sumber daya yang lainnya. DKM bertugas untuk memastikan bahwa fasilitas masjid selalu ada dan siap digunakan oleh para jemaah dan masyarakat pada umumnya. Selain berupa barang, sumber dayanya juga berupa uang.
2. Mengadakan Program Dakwah dan Program Sosial
Selain mengelola sumber daya, tugas DKM masjid adalah mengadakan program dakwah dan program sosial. Setiap beberapa hari, beberapa minggu, atau beberapa bulan, DMK perlu mengadakan program pengajian, ceramah, dan program sejenisnya.
Mereka lah yang bertugas untuk mengundang ulama, mengundang para jemaah, menyediakan makanan, dan lain sebagainya. Jika pengelolaan uang dan sumber daya masjid berjalan dengan baik, maka semua program ini juga bisa berjalan dengan baik.
Bahkan pada waktu-waktu tertentu, DKM bisa menjalankan program sosial. Contoh yang paling umum adalah mengadakan acara amal, menampung baju atau buku bekas dan mendonasikannya, menggalang dana untuk membantu bencana, dan lain sebagainya.
3. Memelihara Masjid
Salah satu peran DKM masjid yang lainnya adalah untuk memelihara tempat ibadah tersebut. Bangunan masjid tidak bisa Anda biarkan begitu saja. DKM akan membersihkan seluruh bagiannya secara rutin agar bangunan tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Jika ada kerusakan DKM juga bertugas untuk memperbaikinya, entah itu oleh diri sendiri atau mencari orang yang lebih ahli untuk memperbaikinya. Tugas DKM adalah untuk memastikan bahwa bangunan masjid selalu nyaman selama para jemaah beribadah.
DKM juga harus jadi orang yang bertanggung jawab dalam pembangunan atau renovasi masjid, terutama terkait dengan pengelolaan dananya.
Penutup
Singkatnya, DKM masjid adalah apa sekelompok orang atau organisasi yang bertugas untuk mengelola dan merawat tempat ibadah umat Islam. Ini termasuk menyediakan kain kafan dan peralatan jenazah lainnya, yang bisa dibeli lengkap di KainKafan.com.