Langkah mengurus jenazah berdasar pada empat kewajiban utama yaitu memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan. Semua langkah tersebut harus dijalankan pengurus jenazah.
Jika sedang belajar bagaimana cara mengurus jenazah, maka setiap tahapannya harus menjadi perhatian. Kemudian di dalam proses mengurus jenazah juga terkandung penanganan awal sampai tahap mendoakan.
Langkah-langkah Mengurus Jenazah
Pada dasarnya, langkah pemulasaraan jenazah terdiri dari empat tahapan sesuai aturan Islam. Namun di samping itu, ada proses penanganan awal yang juga tidak boleh terlewat. Berikut rincian proses penanganan jenazah dari awal sampai akhir menurut Kemenag.go.id:
1. Penanganan Sesaat Setelah Wafat
Sesaat setelah wafat, langkah utama mengurus jenazah yang paling awal adalah memejamkan kedua matanya. Prosesnya harus berjalan secara perlahan seraya memanjatkan doa untuk jenazah. Jangan sampai menunggu terlalu lama karena badan jenazah bisa kaku.
Kemudian pengurus juga perlu mengikat bagian dagu ke kepala agar mulut tetap tertutup. Sedangkan tangan harus ada di posisi sedekap dengan baik. Langkah-langkah dasar ini adalah bentuk penghormatan kepada jenazah.
Jika jenazah masih memakai pakaian luar, maka harus dilepas terlebih dahulu. Kemudian baru mengurus kepala serta tangan jenazahnya. Jangan lupa menutup seluruh tubuh jenazah dengan kain bersih.
Jika jenazah baru saja wafat, maka langsung hubungi kerabat serta DKM setempat untuk membantu pengurusan. Kebutuhan mengurus jenazah seperti kain kafan sampai perlengkapan lainnya bisa langsung disediakan.
2. Proses Memandikan
Kemudian langkah mengurus jenazah selanjutnya fokus pada proses memandikannya. Untuk memandikan jenazah, perlu tempat tertutup. Kemudian ketersediaan air bersih juga harus terpenuhi.
Memandikan jenazah harus berjalan dengan proses yang lembut dan hati-hati agar tidak menyakiti. Ada aturan tertentu terkait siapa yang boleh memandikan sehingga tidak semua orang boleh masuk.
Seluruh badan harus terbasuh dengan merata. Sisa kotoran dalam perut juga harus berusaha dikeluarkan. Bahkan kuku-kuku jenazah juga wajib bersih dari najis dan kotoran. Proses ini harus detail dan tidak boleh kasar.
Setelah proses memandikan selesai, maka pembersihan permukaan tubuh jenazah harus secara merata. Kain penutup yang sudah bahas juga harus diganti dengan kain baru yang kering dan mampu menutupi seluruh tubuh jenazah.
3. Proses Mengkafani
Kemudian langkah mengurus jenazah yang ketiga adalah mengkafani. Untuk prosesnya sendiri harus menyesuaikan antara jenazah laki-laki atau perempuan. Jumlah lembaran kain kafan untuk jenazah tersebut juga akan berbeda.
Setelah semua anggota tubuh jenazah tertutupi, maka bagian ujung kepala, badan, serta kaki wajib terikat. Tali kainnya juga berasal dari kain kafan sehingga tidak ada bagian yang terlalu mewah atau mencolok.
Kewajiban terhadap jenazah satu ini perlu ketersediaan kain kafan yang tepat. Untuk memudahkan proses pengurusan, maka sangat disarankan membeli set kain kafan lengkap dengan kebutuhan lainnya dari Kainkafan.com.
Layanan di sini sudah lengkap, kain kafannya halal dan berkualitas, serta harganya terjamin. Jadi jika ingin segera menyediakan kebutuhan kain kafan sejak sekarang, bisa langsung konsultasi dengan Kainkafan.com.
4. Proses Menyolati
jenazah yang sudah selesai dikafani perlu disholati sebelum proses pemberangkatan. Langkah mengurus jenazah satu ini punya tata cara sesuai syariat. Syarat sah shalat jenazah harus terpenuhi mulai dari terpenuhinya unsur suci sampai arah kiblatnya.
Untuk pelaksanaanya sendiri adalah 4 kali takbir tanpa gerakan rukuk dan sujud. Sedangkan untuk bacaannya adalah Surat Al-Fatihah, shalawat Nabi, doa khusus jenazah, sampai proses salam di akhir.
Jika jenazahnya laki-laki, maka imam akan sejajar dengan bagian kepala jenazah. Sedangkan jika jenazahnya adalah perempuan, maka posisinya adalah sejajar pinggul. Jadi bahkan untuk bagian posisi ini juga ada aturannya.
Sebaiknya yang menjadi imam solat jenazah adalah yang benar-benar paham. Untuk kerabat dan lingkungan terdekat bisa mengikuti solatnya. Prosesnya juga harus khitmad dan tidak boleh berjalan sembarangan.
5. Proses Menguburkan
Langkah mengurus jenazah yang terakhir adalah menguburkannya. Proses mengusung jenazah ke pemakaman harus berjalan secara tenang dan khidmat. Ini adalah bentuk penghormatan kepada jenazah dan keluarga.
Kemudian untuk proses memasukkan jenazah ke liang lahad harus dengan posisi yang benar. Berdasarkan aturan Islam, posisi jenazah adalah miring menghadap kiblat. Untuk tali ikatannya sendiri wajib dilepas.
Pipi kanan jenazah yang dikebumikan harus menempel ke tanah. Jadi tidak bisa proses penempatan jenazahnya sembarangan. Hal ini sudah diatur oleh syariat dan harus dipenuhi selama prosesnya.
Untuk proses penutupan liang lahatnya tidak bisa langsung dengan tanah. Perlu papan untuk menutup jenazah terlebih dahulu, baru kemudian memakai tanah. Terakhir, semua pengurus dan pengantar jenazah perlu mendoakan almarhum.
Penutup
Semua langkah mengurus jenazah tersebut sudah seharusnya menjadi panduan dasar. Pengurusan jenazah harus selayaknya berjalan dengan langkah yang khidmat untuk menjadi bentuk penghormatan terakhir.