Alasan utama kenapa memandikan jenazah harus pelan adalah untuk menjaga kehormatannya. Jenazah masih bisa merasakan rasa sakit selayaknya orang hidup. Kelembutan memandikan jenazah juga bisa mencegah risiko kerusakan kulit.
Menerapkan adab dan kelembutan dalam proses mengurus jenazah sangat penting sesuai tuntunan fikih Islam. Memandikan jenazah secara keseluruhan juga punya tata cara sendiri agar prosesnya tetap terjaga.
Kenapa Memandikan Jenazah Harus Pelan?
Adab memandikan jenazah sesuai tuntunan hadist yang benar adalah tidak menyakitinya. Jenazah tetap bisa merasakan sakit, sehingga proses memandikannya harus pelan dan lembut sampai akhir.
Kondisi jenazah yang sudah meninggal juga tergolong kaku. Jadi untuk perawatannya, harus lebih hati-hati. Jika pengurusan jenazah sembarangan, maka gerakan kasar bisa mengakibatkan cedera.
Selain itu, perlakuan yang pelan juga berkaitan dengan proses menjaga kerahasiaan almarhum. Orang yang memandikan jenazah punya kewajiban untuk menutup aib fisik jenazah sehingga prosesnya harus lebih perlahan.
Kemudian proses pengurusan yang lembut juga bisa memberi ketenangan batin kepada keluarga. Keluarga yang menyaksikan proses memandikan ini tentu sarat akan kesedihan, sehingga harus hati-hati dalam pengurusan jenazahnya.
Tata Cara Memandikan Jenazah
Perlakuan lembut selama memandikan jenazah juga harus sejalan dengan tata caranya yang sesuai syariat. Cara memandikan jenazah berdasarkan tuntunan Islam lengkap adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Air dan Bahan Mandi
Langkah awal sebelum memandikan jenazah adalah menyiapkan air serta bahan mandinya. Alasan kenapa memandikan jenazah harus pelan juga berkaitan dengan tata cara pertama yang berlaku ini.
Air yang tersedia harus bersih dengan suhu biasa, tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas. Kesesuaian suhunya harus benar-benar menjadi pertimbangan penting. Kemudian perlu sabun lembut untuk proses memandikan jenazahnya.
Biasanya air mandi jenazah juga bisa mendapat penambahan daun bidara. Bahan mandi lain seperti kain basahan sampai wewangian juga perlu tersedia. Semua perlengkapan ini sudah tersedia lengkap di tempat jual kain kafan berkualitas.
Apabila ketersediaannya sudah baik, maka proses memandikan jenazah dengan lembut tidak akan terkendala. Bahan mandinya sudah mendukung proses kehati-hatian dalam memandikan jenazah sampai selesai.
2. Teknis Membasuh Tubuh
Jika sudah tahu alasan kenapa memandikan jenazah harus pelan, maka harus tahu juga cara menjalankannya. Teknis pertama dalam membasuh tubuh adalah menekan bagian perut. Tujuan langkah untuk adalah untuk mengeluarkan sisa kotoran.
Kemudian perlu proses membersihkan gigi, lubang hidung, serta kuku secara hati-hati. Alatnya bisa memakai kapas basah atau alat lembut lainnya. Intinya, semua proses harus berjalan perlahan tanpa tendensi menyakiti.
Memandikan jenazah juga tidak bisa sembarangan dan harus sesuai syariat. Bahkan untuk menyiramkan air berawal dari anggota wudhu bagian kanan terlebih dahulu. Jadi langkahnya harus tepat tanpa proses yang sembarangan.
Biasanya ada orang yang berpengalaman dalam memandikan jenazah. Pada tahap ini, pihak keluarga bisa mengikuti arahan sehingag proses memandikannya tetap sesuai tuntutan dan lembut secara bersamaan.
3. Mengeringkan Jenazah
Memandikan dengan lembut saja tidak cukup karena ada proses mengeringkan jenazah sebelum mengkafani. Pada tahap ini juga akan terlihat alasan kenapa memandikan jenazah harus pelan tanpa tergesa-gesa.
Mengeringkan tubuh jenazah bisa secara lembut dari bagian belakang. Kemudian handuk kering bisa ditepuk-tepukkan perlahan pada kulit. Prosesnya harus lembut tanpa menggosoknya secara kasar.
Saat kain basahan untuk menutupi jenazah sudah basah sempurna, maka lebih baik segera diganti dengan kain penutup kering yang baru. Baru setelah itu jenazah bisa diusung secara perlahan ke tempat mengkafani.
Proses membawa jenazah ke area mengkafani juga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Mengangkat jenazah juga tidak bisa sembarangan. Lebih baik diangkat oleh banyak orang asal tetap lembut.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari selama memandikan jenazah. Pertama adalah tidak memindahkan posisi tubuh secara paksa karena akan menimbulkan rasa sakit atau bahkan berbekas.
Itulah kenapa memandikan jenazah harus pelan tidak boleh terburu-buru. Kemudian pemandi jenazah harus memastikan aurat jenazah tidak terbuka di hadapan orang yang tidak berkepentingan.
Memandikan jenazah sesuai sunnah juga bisa memanfaatkan bahan lembut tanpa komponen bahan kimia keras atau alkohol. Oleh sebab itu, keperluan pengurusan jenazah harus berasal dari tempat yang tepat dan terjamin.
Untuk memaksimalkan proses memandikan jenazah yang lembut, maka perlu ketersediaan perlengkapan pengurusan yang berkualitas, Rekomendasi terbaik adalah membeli langsung dari Kainkafan.com.
Ketersediaan kain kafan di sini sudah berkualitas dengan katur murni. Isian paket perlengkapan jenazahnya juga sudah detail bahkan sampai pada kebutuhan memandikannya. Jadi dengan kelengkapan ini, proses memandikan bisa berjalan baik tanpa kendala.
Penutup
Itulah beberapa alasan kenapa memandikan jenazah harus pelan serta tata cara yang baik. Beberapa hal yang tidak sesuai anjuran juga harus dihindari agar jenazah tidak merasakan rasa sakit.