Sebagai seorang muslim, ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan sebelum menguburkan jenazah, salah satunya yaitu memandikannya. Karena itu, Anda harus tahu bagaimana cara memandikan jenazah sesuai sunnah dengan benar agar lebih berkah.
Hal ini mengingat hukum memandikan jenazah yang fardhu kifayah, sehingga harus ada beberapa orang di dalam suatu komunitas yang melakukannya. Jika tidak ada, maka semua orang yang berada di dalam komunitas tersebut akan mendapat dosa.
Siapa Saja Orang yang Bisa Memandikan Jenazah?
Sebelum Anda mempelajari bagaimana cara memandikan jenazah sesuai sunnah, akan lebih baik jika mengetahui siapa saja yang bisa atau boleh memandikan jenazah. Hal ini penting karena tidak semua orang di dalam komunitas wajib melakukannya, cukup beberapa saja.
Sebenarnya, semua orang yang tahu atau menguasai fiqih jenazah sesuai sunnah bisa ikut serta memandikan jenazah. Namun, yang paling diutamakan adalah keluarga atau kerabat. Jenazah perempuan harus dimandikan oleh perempuan dan laki-laki oleh laki-laki.
Ada pengecualian untuk pasangan suami dan istri, sehingga sutami bisa ikut serta memandikan istri begitupun sebaliknya. Khusus untuk anak-anak yang berusia kurang dari 7 tahun, entah itu laki-laki maupun perempuan bisa ikut serta untuk memandikannya.
Cara Memandikan Jenazah Sesuai Sunnah
Sebenarnya, tata cara memandikan jenazah sesuai syariat Islam itu tidak terlalu sulit untuk Anda pahami. Proses memandikan jenazah tidak jauh berbeda dengan tata cara mandi yang lain, namun ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dengan lebih dalam lagi.
Supaya tidak salah dan sesuai sunnah, berikut adalah tata cara memandikan jenazah lengkap dengan doanya!
1. Baca Niat
Pada dasarnya, semua perbuatan memang harus diawali dengan niat agar proses penyampaiannya tepat. Karena itu, jangan lupa untuk membaca niat memandikan jenazah. Niat tersebut bisa Anda baca dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa Indonesia.
Bacaan niatnya pun sama sekali tidak sulit untuk Anda lafalkan, entah untuk jenazah laki-laki maupun perempuan, yaitu:
Nawaitul ghusla lihaadzal mayyiti/mayyitati lillaahi ta'aalaa
Artinya: “Aku berniat untuk memandikan jenazah laki-laki/perempuan ini karena Allah Ta'ala.”
Jika jenazahnya laki-laki, maka Anda bisa menggunakan kata “mayyiti”. Sementara bila jenazahnya perempuan, Anda dapat memakai kata “mayyitati”.
2. Lemaskan Persendian
Setelah membaca niat, Anda bisa langsung melakukan cara memandikan jenazah sesuai sunnah yang berikutnya, yaitu melemaskan persendian di area tangan dan kaki jenazah. Tujuannya agar jenazah tidak kaku dan terasa lebih mudah untuk Anda mandikan.
Cara melemaskan persendian jenazah pun tidak sulit untuk Anda lakukan, cukup membentangkan tangan dan menekuknya. Lalu, lakukan hal yang sama pada bagian kaki. Anda dapat mengulanginya sebanyak dua atau tiga kali hingga tubuh jenazah tidak kaku lagi.
Sebagai catatan, pastikan Anda melakukan peregangan sendi dengan lembut dan hati-hati. Jangan sampai menyakiti tubuh jenazah, apa lagi sampai memecahkan tulangnya. Dalam hukum Islam, menyakiti tubuh jenazah sama dengan menyakitinya saat hidup.
3. Lepaskan Pakaian dan Tutup Tubuh Jenazah dengan Kain
Ada cara memandikan jenazah sesuai sunnah lain yang tidak boleh Anda lupakan, yaitu melepaskan pakaian dari tubuh jenazah. Pada beberapa kasus, Anda tidak dapat melepasnya dengan cara biasa, jadi bisa gunakan gunting untuk membantu membukanya.
Setelah semua pakaian lepas, Anda bisa menutup tubuh jenazah dengan kain, dari pusar ke lutut untuk laki-laki dan dari dada ke lutut untuk perempuan. Pastikan Anda melakukannya di ruangan tertutup dan tidak terlihat oleh orang lain selain yang memandikan.
4. Mandikan dan Penuhi Semua Rukunnya
Penting untuk Anda catat bahwa totalnya ada tiga rukun memandikan jenazah, yaitu membaca niat, meratakan air ke seluruh tubuh dan rambut, serta menghilangkan kotoran dan najis. Salah satunya (niat) sudah Anda lakukan di awal, sisanya ada dua lagi.
Keduanya bisa Anda lakukan saat proses memandikan jenazah. Karena itu, Anda bisa mengikuti cara memandikan jenazah sesuai sunnah berikut!
- Baca basmalah.
- Angkat kepala hingga posisi setengah duduk, lalu tekan-tekan perutnya dengan lembut (kecuali jika jenazah merupakan ibu hamil).
- Lapisi tangan dengan sarung tangan, lalu bersihkan bagian kemaluan dan dubur jenazah (cebok) melalui kain penutup. Tidak boleh disentuh secara langsung.
- Bersihkan hidung, mulut, dan gigi jenazah dengan kain basah.
- Basuh kepala, rambut, dan jenggot (jika ada) dengan air daun bidara.
- Guyur seluruh tubuh sebanyak 3 kali, lalu beri sabun dengan mengutamakan yang kanan dulu.
- Basuh seluruh tubuh hingga bersih.
- Siram dengan air sebanyak 7 kali. Bisa lebih jika masih kotor, tapi usahakan ganjil.
- Pada siraman terakhir, tambahkan kapur barus dan daun bidara ke dalam air.
- Potong kumis dan kuku jenazah jika panjang.
Penutup
Itulah cara memandikan jenazah sesuai sunnah yang bisa Anda ikuti dengan mudah, lengkap dengan niatnya. Setelah itu, Anda bisa mengkafani jenazah. Jika membutuhkan paket kain kafan yang isinya lengkap, pastikan Anda membelinya di KainKafan.com!