Mengkafani adalah tahapan penting setelah memandikan jenazah perempuan. Namun selain itu, pengucapan doa mengkafani jenazah perempuan juga sama pentingnya dan tidak boleh terlewat untuk mengiringi prosesnya.
Tata cara mengkafani dan mendoakan jenazah perempuan punya tahapan tersendiri. Oleh sebab itu sebelum pengurusannya berlangsung, maka penting untuk memahami niat, doa, serta ketentuan kafan untuk jenazah perempuan.
Doa Mengkafani Jenazah Khusus Perempuan
Jika ingin tahu niat mengkafani jenazah perempuan, maka harus tahu juga serangkaian doanya. Ada niat awal, doa saat membentangkan kain, dan doa setelah selesai mengkafani. Semua akan terangkum sebagai berikut:
1. Niat Mengkafani
Sebelum fokus pada lantunan doa mengkafani jenazah perempuan, ada niat mengkafani yang harus terucap terlebih dahulu. Pengucapan susunan niat awal ini berlangsung sebelum proses mengkafani terjadi. Berikut susunan niat lengkapnya khusus untuk jenazah perempuan:
Bismillaahi wa alaa millati Rasuulillaah nawaitu takfina hazihi mayyitati fardhal kifayati lillahi taala.
Niat tersebut sebetulnya menggambarkan kehendak hati untuk menutup aurat jenazah karena Allah. Jadi pengucapannya harus dengan niat yang baik serta khusuk dan fokus tanpa ada niat lainnya.
Pembacaan niat tersebut juga bisa termasuk penghormatan kepada jenazah, karena proses pengurusannya bisa berjalan sesuai syariat. Oleh sebab itu sikap dari pengurus jenazah sangat penting untuk mulai proses mengkafani ini.
2. Doa Saat Membentangkan Kain Kafan
Selanjutnya ada doa mengkafani jenazah perempuan yang perlu terlantun saat pembentangan kain kafan. Doa ini bisa pengurus jenazah ucapkan dengan susunan bacaan lengkap sebagai berikut:
Allahumma ijal hadha al-thawba laha rahmatan wa nuran wa hijaban musturan bi rahmatika ya arhamar rahimin. Walhamdu lillahi rabbil alamin.
Bacaan doa atau zikir tersebut bisa terlantun sembari membentangkan kain kafan selembar demi selembar. Makna utama doanya adalah memohon ampunan bagi jenazah serta perlindungan di alam kubur.
Untuk penaburan wewangian di atas lembaran kain sendiri juga harus selaras dengan pembacaan doanya. Selama proses pembacaan doa penuh dengan kesungguhan, maka hal baik juga akan menyertai.
3. Doa Setelah Selesai Mengkafani
Lalu setelah doa mengkafani jenazah perempuan terlantun dan prosesnya selesai, juga ada doa tambahan tersendiri. Doa ini khusus diucapkan setelah selesai mengkafani jenazah perempuan. Ini doanya:
Allahumma thohhirhu kama thoharo hazad dufnu wa albishu bi libasit taqwa wa jammilhu bi dufanin ma dafantu ilaihi.
Saat semua ikatan kain kafan rapi dan terpasang, maka doa tersebut bisa dilantunkan. Melalui doa ini, maka pengurus jenazah bisa memohon agar almarhumah diterima ibadahnya dan diampuni dosanya.
Selain itu, doa tersebut juga mengandung penguatan mental bagi keluarga. Jadi baik-baik doanya tidak hanya untuk jenazah, tapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan untuk hidup di dunia.
Ketentuan Pengurusan Jenazah Perempuan
Selain doa dan bacaan di atas, tata cara mengkafani jenazah perempuan juga punya alur sendiri. Tata cara ini akan terbagi untuk aturan pengurus jenazahnya, serta urutan lapisan kain kafan. Ini ketentuannya:
1. Aturan untuk Pengurus Jenazah
Doa mengkafani jenazah perempuan tentu tidak bisa terucap sembarang orang. Pihak yang mengurus dan mengkafani adalah juga harus perempuan atau boleh juga suami sah. Jadi jika tidak ada ikatan mahram tidak bisa melakukannya.
Batasan mahram yang diperbolehkan untuk pengurusan dan pengkafanan ini harus menjadi acuan dasar. Jika batasan mahram saja dilanggar, maka lantunan doa tersebut tidak akan sesuai dengan maknanya.
Kerapian pengurusan jenazah juga harus menjadi pertimbangan utama. Aurat jenazah harus tertutup dengan sempurna, serta harus sesuai dengan aturan syariat Islam. Dengan demikian, pengurus jenazah harus memperhatikan semua detail.
Pengurus jenazah juga harus mampu menjaga aib dan kondisi almarhumah. Kondisi fisik apap pun tidak boleh menjadi bahan gunjingan atau pembicaraan setelah proses pemandian dan pengkafanan selesai.
2. Urutan Lapis Kain Kafan
Selain lantunan doa mengkafani jenazah perempuan tersebut, pengurus jenazah juga harus paham urutan lapis kain kafannya. Untuk jenazah perempuan sendiri, kain kafannya sebanyak 5 lembar.
Susunan 5 lapis kain kafan untuk perempuan tersebut terdiri dari kain pembungkus luar, penutup pinggul, penutup kepala, kain sarung, serta baju kurung. Semua wajib ada yang tidak boleh terlewat.
Ketersediaan kain kafan sesuai aturan ini adalah wajib. Biasanya jika membeli sendiri, maka bentuknya adalah lembaran. Untuk itu perlu mencari tempat penyedia kain kafan untuk jenazah perempuan yang sudah sesuai syariat.
Jika ingin mempermudah proses, maka bisa langsung cari di Kainkafan.com. Tempat ini sudah menyediakan kain kafan jenazah perempuan lengkap, halal, dan sesuai jumlah aturan lapisannya.
Penutup
Itulah serangkaian doa mengkafani jenazah perempuan serta ketentuan pengurusan kain kafannya. Semua aspek ini wajib menjadi perhatian utama dan tidak boleh terlewat selama proses berlangsung.