Mengkafani jenazah merupakan salah satu kewajiban fardu kifayah yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin. Oleh karena itu, ketahui tata cara mengkafani jenazah perempuan dari awal hingga akhir.
Secara umum, cara mengkafani mayit perempuan sedikit berbeda dengan cara mengkafani jenazah laki-laki. Terutama pada jumlah dan susunan kain kafan yang digunakan. Perbedaan tersebut bertujuan untuk menjaga aurat dan kehormatan jenazah perempuan.
Panduan Cara Mengkafani Jenazah Perempuan
Selain memahami tata cara mengkafani jenazah perempuan, siapkan pula beberapa perlengkapan penting lainnya. Meliputi kain kafan, tali pengikat, kapas, hingga wewangian yang tersedia dalam kondisi siap pakai. Jika ingin yang praktis, pesan di KainKafan.com.
1. Siapkan Tali
Tahap paling pertama ini mengharuskan keluarga atau pengurus jenazah untuk menyiapkan tali pengikat. Umumnya, tali terbuat dari potongan kain kafan dengan lebar sekitar 3–5 cm. Jumlahnya sekitar 6-7 buah, tergantung kebutuhan masing-masing jenazah.
Tali tersebut diletakkan terlebih dahulu di atas alas sebelum pembentangan kain kafan. Nantinya, tali tersebut berfungsi untuk mengikat kain kafan setelah seluruh proses pembungkusan jenazah selesai.
2. Bentangkan Kain
Cara mengkafani jenazah perempuan kemudian berlanjut ke tahap pembentangan lapisan kain kafan secara berurutan. Pastikan setiap lapisan berada pada posisi yang rapi agar memudahkan proses berikutnya.
Pada jenazah perempuan, jumlah kain kafan lebih banyak dibandingkan jenazah laki-laki. Hal ini bertujuan memberikan penutupan aurat yang lebih sempurna sesuai dengan tuntunan para ulama.
Pelafalan niat mengkafani jenazah perempuan hendaknya dibaca dalam hati. Tidak ada waktu khusus, namun hendaknya dilakukan bebarengan ketika tangan mulai membentangkan atau memasangkan kain kafan.
3. Pasang Lapisan Dalam
Ketiga, pasang lapisan dalam yang terdiri atas kain penutup aurat, kerudung, baju kurung sederhana, serta pembungkus tubuh sesuai tata cara yang dianjurkan. Pemasangan lapisan dalam ini berlangsung sebelum jenazah terbungkus dengan kain kafan luar.
Cukup berbeda dengan jenazah laki-lak, jenazah perempuan memperoleh beberapa lapisan tambahan sebagai bentuk penghormatan terhadap auratnya. Oleh karena itu, setiap lapisan dipasang secara rapi agar tidak bergeser ketika pembungkusan jenazah.
- 1. Pasang kain sarung (izar) untuk menutupi area pusar sampai kaki.
- 2. Pasang baju kurung (gamis) untuk menutupi tubuh bagian atas.
- 3. Pasang kerudung (khimar) di posisi kepala jenazah.
4. Beri Wewangian
Wewangian seperti kapur barus atau parfum non alkohol diperbolehkan untuk jenazah. Hanya saja, jumlahnya harus secukupnya agar kain kafan memiliki aroma yang harum. Pemberian wewangian bukan bertujuan berlebihan, melainkan sebagai bentuk penghormatan.
Pemberian wewangian ini umumnya hanya untuk beberapa bagian kain tertentu, tanpa mengenai area yang tidak semestinya. Gunakan wewangian dalam jumlah yang wajar dan hindari aroma yang terlalu menyengat.
Persiapan perlengkapan sejak awal akan membuat proses mengkafani menjadi lebih tertib serta meminimalkan kesalahan saat pelaksanaan. Untuk itu, pertimbangkan beberapa paket kain kafan dari KainKafan.com.
5. Posisikan Jenazah
Urutan tahap mengkafani jenazah perempuan yang sempurna berlanjut ke tahap pemindahan ke susunan kain kafan. Posisi tubuh diluruskan dengan kedua tangan diletakkan sebagaimana mestinya agar proses pembungkusan berlangsung lebih mudah.
Hindari gerakan yang kasar atau terburu-buru sehingga seluruh rangkaian berjalan dengan baik. Pastikan posisi kepala, badan, hingga kaki berada di tengah susunan kain sebelum proses pembungkusan dimulai.
6. Tutup Lubang Tubuh
Panduan tata cara mengkafani jenazah perempuan ini juga mewajibkan keluarga atau pengurus jenazah menyiapkan kapas. Secara umum, kapas digunakan untuk menutup semua lubang tubuh yang berpotensi mengeluarkan cairan.
Pemasangan kapas dilakukan dengan penuh kehati-hatian tanpa tindakan yang berlebihan. Tujuannya hanya untuk mencegah keluarnya cairan yang dapat mengotori kain kafan, bukan untuk tujuan lain di luar ketentuan syariat.
7. Proses Pembungkusan
Kain kafan mulai dilipat secara bergantian dari sisi kanan dan kiri sampai seluruh tubuh jenazah tertutup rapat. Tahapan ingin wajib dilakukan secara perlahan supaya setiap lapisan tetap berada pada posisinya.
Dalam praktiknya, perbedaan cara mengkafani jenazah laki laki dan perempuan adalah jumlah lapisan kain serta adanya tambahan penutup. Prinsip utamanya tetap sama, yaitu menutup seluruh tubuh dengan baik sesuai syariat.
8. Pengikatan
Buat ikatan pada beberapa bagian seperti kepala, dada, pinggang, lutut, dan kaki agar kain kafan tidak mudah terbuka. Tidak perlu membuat ikatan terlalu ketat karena nantinya akan dilepaskan saat jenazah sudah berada di liang lahad.
Cukup buat ikatan yang mampu menjaga posisi kain selama proses pengangkutan menuju pemakaman. Periksa kembali seluruh ikatan dan kerapian kain kafan sebelum proses shalat jenazah dan pemakaman berlangsung.
Penutup
Itulah tata cara mengkafani jenazah perempuan dari awal hingga akhir. Terdapat sedikit perbedaan dengan jenazah laki-laki. Apabila sedang mencari kain kafan maupun perlengkapan pengurusan jenazah, lakukan pemesanan melalui KainKafan.com.