Penting untuk Anda catat bahwa proses memandikan jenazah itu tidak boleh sembarangan, terutama jika jenazahnya adalah perempuan. Anda harus tahu dulu syarat memandikan jenazah perempuan agar sesuai dengan syariat yang diajarkan agama Islam.
Hal ini karena menurut sebagian besar ulama aurat perempuan adalah dari seluruh tubuh kecuali wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Artinya, Anda harus lebih berhati-hati. Meskipun perempuan tersebut telah meninggal, tidak sembarang orang bisa memandikannya.
Syarat Memandikan Jenazah Perempuan
Secara garis besar, tata cara memandikan jenazah untuk perempuan dan laki-laki itu tidak berbeda. Namun ada beberapa detail kecil yang wajib diperhatikan sebelum melakukan prosesnya, terutama mengenai syarat dan siapa yang bisa memandikan jenazah tersebut.
Jika Anda bertanya-tanya apa saja syarat memandikan jenazah perempuan, berikut adalah penjelasan lengkapnya!
1. Hanya Perempuan Saja yang Boleh Memandikan Jenazah Perempuan
Karena ada aurat yang pasti terlihat saat memandikan jenazah, maka hanya perempuan saja yang boleh memandikan jenazah perempuan. Jika hanya menilik dari tata cara, cara memandikan jenazah laki-laki dan perempuan itu sama, tapi orangnya berbeda.
Alasannya karena kehormatan perempuan tersebut harus tetap dijaga meskipun dia sudah meninggal dunia. Selain hanya memilih perempuan sebagai petugas yang memandikan, Anda harus memandikannya di tempat yang tertutup agar tidak terlihat oleh orang lain.
Hanya petugas saja yang bisa melihat tubuh jenazah saat dimandikan. Bahkan, Anda harus menutup tubuh jenazah dengan kain agar auratnya tidak terlihat terlalu jelas. Ketika menyentuh tubuh jenazah, usahakan memakai sarung tangan untuk menghormatinya.
Hal yang sama juga berlaku pada laki-laki, mengingat salah satu syarat memandikan jenazah laki-laki adalah petugasnya harus semua laki-laki. Jadi, usahakan perempuan oleh perempuan dan laki-laki oleh laki-laki untuk menjaga kehormatan para jenazah tersebut.
2. Ada Pengecualian untuk Suami dan Anak Laki-Laki
Meskipun salah satu syarat memandikan jenazah perempuan adalah petugasnya harus perempuan juga, ada beberapa jenis pengecualian. Pengecualian yang paling umum berlaku untuk suami dan anak laki-laki. Jadi, mereka bisa ikut serta saat memandikan jenazah.
Beberapa ulama berpendapat bahwa mahram laki-laki lain juga bisa ikut memandikan jenazah perempuan. Terlebih jika memang tidak ada anak perempuan, ibu, kerabat perempuan, atau petugas khusus perempuan yang bisa memandikan jenazah.
Aturan untuk memandikannya pun tetap sama, mengingat semua orang harus tetap menghormati jenazah meskipun dia telah meninggal dunia. Sebisa mungkin tidak ada aurat yang terlihat. Laki-laki juga perlu lebih hati-hati dalam menjaga pandangan mereka.
3. Jika Tidak Ada Perempuan dan Mahram, Jenazah Hanya Boleh Ditayamumi
Jika melihat aturan memandikan jenazah perempuan sesuai sunnah, kedua aturan di atas harus jadi aturan utama. Usahakan hanya memilih perempuan saja sebagai petugas. Jika suami atau anak laki-laki menginginkannya, mereka juga boleh ikut memandikannya.
Namun jika tidak ada perempuan, suami, anak laki-laki, atau mahram lain dari jenazah tersebut, maka jenazah boleh tidak dimandikan. Sebagai gantinya, petugas laki-laki bisa membantu jenazah dengan bertayamum. Hal ini sesuai dengan aturan di Mazhab Syafi'i.
Apabila jenazah benar-benar perlu dimandikan, maka petugas laki-laki harus ekstra hati-hati. Jangan sampai petugas tersebut melihat aurat jenazah perempuan. Petugas tidak boleh membuka baju jenazah sama sekali. Hanya boleh melihat aurat dalam situasi darurat.
4. Memenuhi Persyaratan Umum
Selain aturan mengenai jenis kelamin petugas yang akan memandikan jenazah, ada beberapa syarat lain yang sifatnya lebih umum. Jika Anda penasaran apa saja syarat-syarat wajib memandikan jenazah, totalnya ada lima syarat yang wajib Anda penuhi, yaitu!
- Memeluk agama Islam
- Baligh atau cukup umum, menurut hukum di Indonesia usianya di atas 17 tahun.
- Berakal sehat, tidak sedang hilang akal atau gila.
- Amanah, bisa menjaga rahasia jika ada bekas luka, cacat, atau hal-hal lain pada tubuh jenazah.
- Paham tata cara memandikan jenazah dengan benar.
Proses Pengkafanan Jenazah Perempuan
Setelah selesai memandikan jenazah, Anda juga harus paham bagaimana tata cara mengkafani jenazah perempuan. Hal ini karena aturannya juga sedikit berbeda dengan jenazah laki-laki. Untuk jenazah perempuan, Anda perlu menyiapkan lima lembar kain kafan.
Tidak seperti jenazah laki-laki yang bisa langsung dikafani dari ujung kepala hingga ujung kaki, kain kafan untuk jenazah perempuan harus menyerupai pakaian. Anda harus membuat baju kurung untuk menutupi bagian atas dan sarung untuk menutupi bagian bawah.
Selain itu, jangan lupa buat kerudung untuk menutupi kepala dan rambut. Terakhir, Anda bisa mengkafani jenazah dari ujung kaki ke ujung kepala dengan memakai dua lembar kain kafan.
Penutup
Itulah semua syarat memandikan jenazah perempuan, dari persyaratan tentang jenis kelamin petugasnya hingga syarat lain yang sifatnya jauh lebih umum. Untuk memudahkan proses memandikan dan mengkafani jenazah, beli paket lengkapnya di KainKafan.com!