Mengkafani jenazah bukan sekadar membungkus tubuh dengan kain putih. Ada rangkaian niat dan doa yang perlu dipanjatkan selama prosesnya, karena tahapan ini termasuk bagian penting dalam mengurus jenazah secara syar'i. Melafalkan doa mengkafani jenazah bahasa Arab menjadi wujud penghormatan terakhir sekaligus permohonan ampunan bagi orang yang telah berpulang.
Secara garis besar, doa mengkafani mayat dipanjatkan sebagai bentuk permintaan perlindungan dan rahmat dari Allah SWT. Doa ini bisa dianggap sebagai hadiah terakhir yang diberikan keluarga atau petugas sebelum jenazah dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Kapan Waktu yang Tepat Membaca Doa Mengkafani Jenazah?
Sebelum membahas lafal doa mengkafani jenazah bahasa Arab, penting untuk memahami dulu di momen mana doa tersebut sebaiknya dibacakan. Ketepatan waktu ini berpengaruh agar setiap tahapan pengkafanan berjalan sesuai tuntunan.
Pada praktiknya, doa mengkafani jenazah dibacakan pada dua momen utama, yaitu saat melipat kain kafan pada tubuh jenazah dan setelah seluruh proses pengkafanan rampung. Selain itu, ada pula bacaan niat yang diucapkan di awal, sebelum kain kafan mulai dililitkan.
Doa Mengkafani Jenazah Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Berikut penjelasan lengkap mengenai niat dan doa saat mengkafani jenazah, lengkap dengan bacaan latin dan artinya, mulai dari sebelum, saat, hingga sesudah proses berlangsung.
1. Niat Mengkafani Jenazah
Niat termasuk salah satu rukun dalam mengkafani jenazah, sehingga tidak boleh terlewat. Lafalnya cukup sederhana dan bisa dibaca dalam hati maupun lisan.
Latin: "Bismillaahi wa alaa millati Rasuulillaah nawaitu takfina hadzal mayyiti/hazihi mayyitati fardhal kifayati lillahi ta'ala."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan agama Rasulullah, aku berniat mengkafani jenazah laki-laki/perempuan ini fardhu kifayah karena Allah Ta'ala. Ya Allah, mohon Engkau mandikan dia dengan air, salju, dan embun."
Perlu dicatat, terdapat sedikit perbedaan lafal antara niat mengkafani jenazah perempuan dan niat mengkafani jenazah laki-laki cukup ganti "hadzal mayyiti" dengan "hazihi mayyitati" untuk jenazah perempuan.
2. Doa Saat Proses Mengkafani
Setelah niat dibacakan, siapkan kain kafan dengan jumlah 3 lapis untuk jenazah laki-laki dan 5 lapis untuk jenazah perempuan. Pastikan kondisi kain putih, bersih, dan wangi — kapur barus serta wewangian biasanya ditaburkan di setiap lapisannya.
Jenazah kemudian diletakkan di atas kain, dengan bagian hidung, telinga, mulut, dubur, dan qubul ditutup kapas terlebih dahulu. Barulah kain kafan dilipat menutupi tubuh, dimulai dari sisi kanan.
Pada tahap melipat inilah doa mengkafani jenazah bahasa Arab dibacakan, sebagai permohonan ampunan dan perlindungan bagi jenazah. Lafalnya mudah diikuti, berikut latin dan artinya.
Latin: "Allahumma ijal hadha al-thawba lahu rahmatan wa nuran wa hijaban musturan bi rahmatika ya arhamar rahimin. Walhamdu lillahi rabbil 'alamin."
Artinya: "Ya Allah, mohon Engkau jadikan pakaian (kain kafan) ini menjadi rahmat, cahaya, pelindung, dan penutup baginya. Atas nama rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
3. Doa Setelah Proses Mengkafani Selesai
Setelah jenazah terbungkus rapi dengan kain kafan, ada pula doa setelah mengkafani jenazah yang bisa dipanjatkan sebagai pelengkap ikhtiar terakhir bagi jenazah. Bacaannya juga tidak sulit diikuti.
Latin: "Allohumma thohhirhu kama thoharo hazad dufnu wa albishu bi libasit taqwa wa jammilhu bi dufanin ma dafantu ilaihi."
Artinya: "Ya Allah, bersihkanlah jenazah ini dari segala dosa sebagaimana bersihnya kain kafan ini. Limpahkanlah kepadanya pakaian ketakwaan dan muliakanlah ia dengan kafan yang telah kami pakaikan."
Setelah doa ini dibacakan, jenazah siap dibawa ke masjid untuk dishalatkan sebelum dimakamkan.
Penutup
Itulah rangkaian doa mengkafani jenazah lengkap dengan bacaan latin dan artinya, mulai dari niat, doa saat proses, hingga doa setelah pengkafanan selesai. Pastikan kain kafan dan perlengkapan jenazah lainnya tersedia lengkap dengan berbelanja di KainKafan.com!